Senin, 15 Oktober 2018

H-1 Pemilihan Internsip Lokal (Yogyakarta)

12.10 0 Comments
Setelah memastikan kebenaran dengan mata kepala sendiri keDUA KALINYA bahwa wahana RS di Jogja sudah habis, aku mau curhat wkwkkw.
Hari ini adalah hari ketiga pemilihan internsip, hari pertama untuk pemilihan lokal untuk aku yang kuliah di UGM Yogyakarta. Setelah bangun kemudian shalat Shubuh,siap-siap,  baca WA dari Hifdza kalau sisa komputer di area non smoking NetCity sisa 6. Oke... kegalauan antara Platinum di Jakal atau NetCity di Jalan Timoho, jeeng akhirnya pilih ke NetCity jam 05.45.
Naik motor di dinginnya pagi, berpas-pasan dengan anak SD yang berangkat sekolah, orang-orang yang mau berangkat kerja. Alhamdulillah jalanan sepi jadi sampai di NetCity sekitar jam 05.58.
Sesampainya di NetCity duduk di bilik no 25 (masih inget banget hahaha). Ternyata Hifdza dan Debby ngungsi ke Merapi ec ramai banget di NetCity (nanti akan ada hikmahnya).
Karena aku sendirian kesananya jadi aku ikut pindah ke Merapi. Di Merapi awalnya hanya ada sekitar kurang dari 10 orang, aku bilik no 18. Waktu terus berlalu, mau pesen makanan harga mahal, mau nonton tidak ada semangat untuk nonton, jadi cuma bolak balik antar bilik untuk ngobrol sama Hifdza dan Debby. Tiba-tiba sekitar pukul setengah 9 lebih Aldo datang dan mengabarkan kalau NetCity mati lampu (hikmahnya ini ya guys).
Menit menit menuju 08.50 sangatlah lama
08.50 log in klik pendaftaran internsip lalu makan permen karet
Menit-menit menuju 09.00 lebih terasa lama lagi, tangan mulai terasa dingin, tadinya sambil nunggu Aku ingin menghitung denyut nadiku permenit tapi ga jadi wkwkw
Klik refresh dan masa-masa penantian itu dimulai
Menit-menit penantian yang tak tahu ujungnya benar-benar terasa sangat lama
10 menit berlalu tidak ada perubahan
20 menit masih berputar
Dan di menit ke 22 muncullah layar putih dengan tulisan this site can't be reached jeng jeng
Refresh lagi refresh lagi muncul log in, masuk ke beranda, klik pendaftaran internsip dan muncul ulisan kayak tadi
Kayaknya pantang menyerah sampai ada tulisan wahana habis wkwkwk
Refresh dan masuk ke akun ga perlu log in
Dan bener jam 10.00 tulisan wahana habis itu muncul
Sambil menghela nafas akhirnya ngobrol-ngobrol bentar sama yang lain (jadi warnetnya berasa punya yang milih iship wkwkw) lalu aku membayar untuk jam-jam perjuangan.
Jam 10.35 aku sampai di kosan, aku udah siap-siap ambil mie, telur, katsu tadi malem karena belum sarapan. Terus masih curhat lewat wa line ke temen-temen wkwkwk
Dan tiba-tiba di grup ada yang bilang masih ada kuotanya
Padahal kulihat sendiri jam 10 udah dibilang habis
hmmmmmmm
Posisinya aku di kosan dengan koneksi wifi yang agak-agak, aku meyakinkan diri untuk mencoba.
Sembari nunggu laptop nyala, aku buka pake handphone tapi lola, coba pake paket data masih lola. Laptop nyala langsung buka chrome, dan masuk ke portal iship daaan ya begitulah saya memperjuangkan dengan refresh terus sampai akhirnya masuk dan muncul pilihan RSUD Wates jam 11.05, sempet galau sih ku klik atau ga karena sebenarnya Wates tidak termasuk dalam daftar pilihan, tapi akhirnya kuklik
Dan keterima???




Tidak wkwkwkwk
Refresh terus dan muncullah tulisan wahana habis
Prok prok prok

Begitulah kisah perjuangan klik internsip hari pertama :) Selamat untuk teman-teman yang berhasil, doakan saya dan yang lain menyusul
Tetap semangat

Inggris

08.15 0 Comments
Sambil menanti portal combal internsip, aku mau cerita mimpi semalam.
Tadi malam mimpi kalau diajak pergi ke Inggris bareng adek dan mbak yang bantu saudara di Klaten waktu kecil.
Pergilah kita ke bandara, tapi yang bikin bingung adalah karena isinya kereta
Koper sudah siap dan ternyata sesudah masuk kereta nama kita tidak ada di daftar penumpang.
Akhirnya kita turun dan mengecek di jadwal ternyata seharusnya berangkat tanggal 11 Oktober 2018 jam 11.41, padahal hari itu tanggal 9 Oktober 2018.
Akhirnya kita balik ke rumah (?).
Tanggal 11 Oktober datang, aku pinjem kamera ke Yufi. Pinjemnya di gedung depan bandara lantai 2 di kamar asrama, yang aneh itu adalah gedung sekolah pas SD dulu.
Setelah pinjem kamera dan balik ke bandara, aku akhirnya check in jam 11.30 (15 menit kalau di real time mana bisa ya)
Petugas bandara memberikan dua tiket sambil bilang "mbak satu tiketnya itu jatuh dari pesawat waktu di .... (lupa) jadi gapapa bilang aja ke petugas di dalam pesawat"
Sambil kebingungan karena aneh akhirnya aku jalan ke jalur 6 (jalur paling ujung, ini ke Inggrisnya naik kereta atau pesawat dah)
di jalan menuju pesawat ketemu sama temen FK dan nanya kamu udah chech in aku belum?
lah siapa dia wkkwk
Sampai di depan jalur 6 ternyata pesawatnya belum dateng
Lalu aku terbangun ke kenyataan

Mimpi ini menurut analisaku (sotoy) karena aku lagi nonton dan baca Harry Potter, jadi pengen ke Inggris, kalau kereta mungkin karena kereta Hogwart Express (kenapa ga sekalian naik sapu wkwkw), sepertinya ku butuh liburan

Selesai nulis ini sudah pukul 08.15, 35 menit menuju log in, 45 menit menuju portal combat bismillah :)

Jumat, 12 Oktober 2018

H-3

23.45 0 Comments
H-3 pemilihan wahana internsip

Sudah menentukan rumah sakit mana?
Sudah walau masih sedikit bimbang
Sudah survey warnet?
Baru dua warnet
Deg deg an?
Iya

Di tengah kebingungan dan kekhawatiran akan internsip November 2018-November 2019
Jangan lupa berdoa
Jangan lupa luruskan niat
:)


Syalala~~~~
Ku galau tapi tak mau pusing memikirkan
Jadi mari nonton Harry Potter
Malfoy mengapa kamu begitu tampan? #sorandom






Selasa, 02 Oktober 2018

Bandung Edisi Kondangan Part 2

11.53 0 Comments
Ahad, 30 September 2018
Hari kedua di Bandung
1 jam awal hari kedua saya masih belum tidur karena masih baca harry potter (ceritanya muroja'ah).
Akhirnya ketiduran juga, bangun untuk shalat, tidur lagi, bangun lagi pukul 8 untuk ke pasar kaget di depan Universitas Telkom. Sama seperti kemarin saya dan 'Afifah jalan kaki lagi sekitar 750 meter. Sempat di tengah perjalanan menyesal karena tidak naik motor wkwkkw tapi yasudahlah tetap lanjut hahaha.

 Di depan Universitas Telkom sudah ramai penjual, walau tidak seramai sunmor UGM tapi menurut saya variasi makanannya lebih banyak dibanding sunmor. Banyak segala yang berjenis aci dari cilok, bacil, cilor, cimin, cireng, jajanan lain cakwe,lumpia basah, batagor, burger dan lainnya. Selain makanan, ada yang jual perabotan rumah tangga, pakaian, sayur ( :0 ), jam tangan,pokoknya rame deh.Tapi kalau orangnya  kayaknya tetep banyakan yang ke sunmor. 

'Afifah kalap beli cakwe, batagor, cireng wkwkwk saya memiliki satu target yaitu "cimin" katanya singkatan dari cilok mini ada yang bilang juga cilok micin.Kalau follow twitter saya (ga penting) pasti tahu saya ngidam cimin sampe ngedatengin depan ekonomi uii tiga kali wkwkwk. Cimin rasa pedas + seaweed yang jadi penampakannya warna hijau (sayang ga difoto). Selain cimin saya juga membeli lumpia basah ayam+bakso seharga 8000 plus minuman es kelapa seharga 5000. Sampai di kosan ternyata sudah pukul setengah 10, dan kita belum siap-siap untuk pergi ke kondangan pukul 11.00. 

Akhirnya kita memasuki bagian yang sesuai judul yaitu Bandung edisi kondangan atau kondangan di Bandung wkwkwk. Jadi salah satu teman laki-laki gycen (nama angkatan saya) menikah dengan seorang perempuan asal Bandung (?). Tujuan kami ke Bandung utama adalah ke kondangan, tujuan kedua adalah jalan-jalan hahaha. Biasanya kalau pergi ke kondangan lebih rame ciwi2nya tapi kemarin banyakan cowo2nya. Ciwi-ciwi yang ada di Bandung Maryam, Aisyi, Dhilah, Arum dan Hani, ciwi-ciwi impor dari Jogja Nida' dan Afifah jadi total ciwi-ciwi ada berapa teman-teman? 
ya ada 6, salah yang benar 7 (maaf atas ketidakjelasan ini) 

Kami naik motor (lagi) tapi kali ini pake motor gigi, jadi Afifah mutlak di depan kecuali mau disetirin dengan gigi 2 konstan tidak ada turun gigi tapi ada kemungkinan kecil naik gigi hahaha. Berangkat pukul 12.00 dan sampai disana pukul 12.26, faktor pengemudi dan jalanan Bandung di hari Ahad siang yang tidak terlalu ramai seperti kemarin. Sampai di lantai 8, makan-makan dulu baru salaman sama pengantin (tata cara gycen ke kondangan hahaha). Makan sambil ngobrol-ngobrol, ngomongin populasi gycen Bandung yang tinggal sedikit (padahal gycen jogja juga), galau iship ke Dhilah,Hani yang bolos kuliah untuk datang ke kondangan dan obrolan-obrolan khas ciwi-ciwi lain. Kondangan kemarin memegang rekor durasi tercepat di kondangan yaitu 30 menit . Pukul 13.00 kami sudah foto-foto di panggung bersama pengantin dan pamit untuk pulang. Biasanya rajin datang di awal terus makan banyak wkwkk baru ngantri foto yang lama (sambil dorong-dorongan siapa paling depan ke panggung). 

Gycen :)

Pulang dari kondangan kami mampir ke Kartika Sari karena Afifah ngidam kue yang dijual disana. Saya pun ikut-ikutan beli cemilan (pengeluaran tak terduga), ada niat tambahan beli batagor alhamdulillah disana belum datang batagornya. Sampai di kosan beres-beres sambil menanti Anis pulang, tapi ternyata Anis ada acara di Telkom jadi pamitan depan Telkom. Pamitan sambil dititipin kabar baik tak terduga hahaha. 

makasih Anis yang baik sekali :) foto di Universitas Telkom 


Stasiun Kiaracondong sore itu ramai, karena sedikitnya kursi di ruang tunggu jadi orang-orang termasuk saya duduk di halaman. Pukul 17.20 kereta sudah datang sehingga kami masuk ke kereta tapi keluar lagi untuk shalat. Sehabis shalat masih sempat mampir di Indomaret untuk membeli popmie seharga 6000 (kalau di dalam kereta 10.000 guys). Kejadian lucu adalah ketika kami terburu-buru untuk ke jalur 6, tapi di jalur 5 ada kereta jadi kami naik kereta di jalur 5 lalu menyebrang ke kereta di jalur 6 lewat tumpuan tangga yang jaraknya lumayan dan bumbu popmie Afifah terjatuh. Masuk gerbong dia panik terus balik lagi dan menemukan bumbu popmienya jatuh di antara jalur 5 dan 6. Pukul 18.10 kereta Kahuripan membawa kami ke Yogyakarta berhati nyaman :)

Perjalanan berakhir, semoga berkah :) See you gycen, see you Anis di lain tempat dan waktu


Senin, 01 Oktober 2018

Bandung Edisi Kondangan Part 1

14.38 0 Comments
September penuh perjalanan :) 
Salah satu perjalanan yang saya ceritakan adalah perjalanan ke Bandung 28 Sept- 30 Sept 2018 
Hari Jumat hingga Ahad kemarin saya dan Afifah ke Bandung untuk menghadiri undangan resepsi teman IC. Kami berangkat dari Stasiun Lempuyangan hari Jumat pukul 18.15 naik kereta Kahuripan. Kondisi kereta saat itu sangat penuh mengingat liburan akhir pekan. . Biasanya saya kalau di kereta gampang tidur tapi karena posisi 90͒ yang tidak nyaman jadi saya memutuskan untuk menonton drama My Golden Life 2 1/2 episode (sangat dianjurkan untuk menonton drama keluarga ini tapi jangan lupa siapkan tissue). Bantal leher orange dan kain pantai biru kesayangan menemani tidur di atas kursi 90͒ tepat pukul 23.00.

 Pukul 03.00 akhirnya kami sampai di Stasiun Kiaracondong, pagi itu dingin sekali brrrrr. Kami ke kos Anis (Anis adalah teman satu pondok ketika Mts, sama-sama jebolan karena tidak melanjutkan aliyah tapi alhamdulillah masih kontak-kontakan) di Sukabirus dengan naik G****, alhamdulillah abang (atau kang) wkwkkw sangat ramah, sempat bingung ketika sampai di daerah sana karena ternyata warung seblak yang jadi patokan masih tutup (lol). 
Hari pertama di Bandung dimulai yeay. 

Sebelumnya saya pernah ke Bandung saat kuliah dua kali (waktu nikahan teman dan jalan-jalan bareng Yufi). Saya menghubungi Yufi untuk mengabarkan kalau ke Bandung (emang dia mau tahu Nid wkwkwk), dan jeng jeng Yufi minggu depan ternyata ke Bandung. Yah, rencana jalan-jalan di Bandung (lagi) tidak dipertemukan. Yufi akhirnya menyarankan tempat-tempat makan yang perlu didatangi. Fish wow cheese, fat oppa, banda ramen daaan hanya satu yang saya datangi yaitu Fish Wow Cheese. Setelah hibernasi selama 3 jam (maklum ya dingin), kami siap2. Kami meminjam motor teman Anis yang ternyata kosan dia 1 km jaraknya dari kos Anis. Di bawah terik matahari yang panas, kami menyusuri jalanan rusak Sukabirus, menyebrangi jembatan, memasuki gang sempit dan sampailah kami pada motor Honda Beat. Saya di depan dan Afifah sebagai pembaca peta wkwkkw tumben-tumbennya dia diboncengin. 

Jalan Bandung Sabtu siang sangat panas, ditambah bumbu macet jadi lumayan terpanggang. Jarak 12 km ditempuh dalam 40 menit karena kecepatan motor yang alon-alon asal selamat. Sesampainya di Fish Wow Cheese, benar ternyata review dari goggle maps kalau disana ramai, alhamdulillah Hani datang lebih dahulu dan kami berada di waiting list ke 4. Aisyi ikut bergabung bersama kami akhirnya kami berlima makan disana :)

Menu yang saya pesan adalah Fish and spaghetty with spicy BBQ sauce dan minum nestsle blackcurrant
review ala-ala Nida' 
porsi : mengenyangkan
rasa : 75% memuaskan, ikannya lembut tapi kurang berasa, tepung banyak, spageti kurang pedas
tempat : nyaman, bersih, free wifi, antrian lumayan, parkir bayar 2000, toilet bersih
harga : mahal (tidak semahal fish and co tapi tetap mahal wkwkwk)
menu : variasi jadi bisa pesan macem-macem
buku menu

ikannya melengkung

harga menu di fish wow cheese

Dan pas disana saya bertemu dengan teman sekelompok waktu GHTL kemarin. Dia adalah Riris :) mahasiswi ITB angkatan 2015. Walau cuma ketemu sekilas dan tidak sempat mengobrol hiks, saya hanya bisa kasih oleh-oleh bakpia kukus (sama seperti yang saya bawa di Lombok kemarin).
alhamdulillah perut tidak dalam kondisi sakit seperti di lombok dulu


Perut kenyang, Hani kembali ke Puskemas, Aisyi juga kembali ke kosan, mau kemana kita?
Akhirnya diputuskan kami akan naik Bandros (singkatan dari Bandung Tour on Bus) dan tempat naiknya adalah di alun-alun. Anis jadi pemandu perjalanan tapi dengan diawali nyasar terpisah, kami pun sampai di alun-alun. Tidak lama menunggu Bandros datang tapi bapaknya tidak mengizinkan kami naik karena jam operasional selesai pukul 16.00 (saat itu pukul 15.30) hiks. Tidak ada tujuan akhirnya diputuskan kami akan ke balai kota. Sama seperti tadi dengan thawaf dua kali putaran karena nyasar akhirnya saya kesana sambil dipandu GPS wkwk.

Balai kota Bandung terletak di Babakan, Ciamis (ini sambil ngecek di gmaps), kalau dari foto-foto di gmaps ternyata luas tapi kami hanya duduk-duduk di kolam air tempat bermain anak-anak. Sore yang teduh dengan suara teriakan bahagia anak-anak bermain air, kami mengobrol, terdiam menikmati sore, makan es krim aice dan tidak lupa foto-foto. Ketenangan kami terusik ketika melihat dua Bandros lewat di sebelah balai kota padahal sudah pukul 16.30 (huh). 
bandros lewat balai kota
cari yang ada tulisan bandung buat foto wkwkkw

di depan kolam air


review ala-ala Nida'
tempat : nyaman, teduh (karena kami datang sore hari), bersih, banyak tempat untuk duduk, ramai keluarga
makanan : ada yang menawarkan bakso, di seberang ada warung jualan es krim dan makanan lain

minusnya kemarin kurang mengeksplor taman balai kota karena mager jadi kami duduk-duduk saja hehehe.

Pukul 17.00 kami memutuskan untuk kembali ke kosan, Anis seperti biasa di depan sambil diwanti-wanti untuk tidak meninggalkan kami. Beda dengan saat berangkat, kami melewati jalan belakang (?), dekat sawah, jalan penuh gejolak, sempit dan gelap (ditambah malam), tapi kami tetap percaya Anis hingga sampai di Sukabirus. Istirahat, shalat dan hari pertama tidak berakhir begitu saja. Kami merencanakan untuk makan ramen yeay.

Shinju ramen dekat dari Universitas Telkom (keluar dari gerbang, belok kiri nanti akan ada plang Shinju ramen di kanan jalan), tempatnya ramai pengunjung dan tidak terlalu luas. Menurut pengakuan Anis (berasa korban), ini ramen favorit dia. Kami memesan ramen dengan topping berbeda, tebasaki (sayap ayam), katsu dan karage plus beli enoki gorenng. Ramen hanya tersedia kuah kare karena sudah habis lainnya (original chicken,??? lupa lainnya). Ramen dan es teh jumbo datang untuk dihabiskan. Huh hah karena kepedasan ramen padahal level yang dipesan level 3 ._. 

toppingnya katsu, request di piring terpisah


review ala-ala Nida' 
porsi : mengenyangkan
rasa : kuah pedas tapi enak, kari lumayan berasa, mienya mengenyangkan, mienya kecil tapi bukan favorit saya
tempat : tempat duduk karena tempat yang sempit jadi sangat berdekat-dekatan, ada kipas angin, banyak yang merokok jadi kurang nyaman
harga : bisa di bayar dengan kantong mahasiswa
menu : macem-macem, pengennya sih coba variasi topping

Hari pertama di Bandung dengan perut kenyang dan bahagia alhamdulillah :)) 

Rabu, 26 September 2018

K K

21.46 0 Comments

Cerita ini diawali dengan STR yang dikirim ke alamat rumah di Jakarta
Ternyata STRnya dikirim hanya sampai kantor pos
dan jeng jeng jeng kantor posnya adalah kantor pos Jakarta Timur nun jauh di Pulo Gadung sana
jaraknya 21 km dari rumah πŸ˜‚
Galau antara mau pulang tapi keluar uang untuk beli tiket atau nitip diambilin ibu
Akhirnya nge WA ibu
"bu kantor pos pulo gadung jakarta timur jauh bu?"
(padahal udah ngecek jaraknya di maps lol)
"jauh ada apa nduk?"
"Jadi bla bla......."
dan ibu langsung nelpon πŸ˜‚ terimakasih ibuku sayang πŸ’“

lalu akhirnya saya membuat surat kuasa dengan menyertakan nama, alamat, no ktp ibu
saya punya foto ktp ibu jadi ga nanya lagi langsung ketik (di akhir akan ada behind the scene saya mendapatkan foto ktp ibu)

selesai buat surat tiba-tiba nelpon lagi ibu
"nduk surat kuasanya atas nama bapak aja nanti bapak yang kesana hari Kamis"
"iya bu"

nah saya ga punya no ktp bapak
akhirnya nanya via wa "pak no ktp bapak berapa"
lama ga dibales
akhirnya ngubek2 foto ternyata ada foto tiket kereta bapak ibu yas dapatlah no ktp bapak

siangnya bapak ngirim fotokopi KK dan alamat email mas pur untuk dikirimi surat kuasa
saya ga ngecek fotonya karena sudah dapet no ktp
"sudah dikirim pak bla bla....."
saya kirim gambar ttd saya
bapak kirim lagi foto KK lagi
saya bales "KTP sudah dikirim bla bla..."
balasan bapak
"K K terbaru hari ini Mas Izul sdh bkn sendiri"

foto KK saya buka dan waaa anak-anak bapak yang terpampang di KK itu tinggal 3 orang 😦
3 anak terakhir berinisial N (tidak penting)
"wah tinggal tiga anak ya pak"
"iya nduk"

Jadi sebenarnya inti dari cerita ini adalah time flies so fast
KK yang tadinya berisikan 11 nama, sekarang tinggal 5 nama
Jadi teringat masa kecil dulu, yang pasti jadi anak yang ngerepotin orang tua (mungkin sampai sekarang juga)
kerjaannya berantem, berantakin lemari, susah makanπŸ˜–πŸ˜–
dulu masuk pondok seneng banget, berasa jadi anak mandiri lol
seneng dijenguk bapak satu bulan sekali, sensasi dipanggil namanya di ghurfah, dan nama pertama yang dipanggil pagi-pagi
bapak ibu punya prinsip walau anak jauh di pondok tetap harus rajin ditengok, dikasih semangat 😒

ga terasa ya sekarang sudah berkepala dua, mau mulai masuk dunia kerja
apakah saya sudah membahagiakan orangtua saya?
apakah saya sudah menjadi anak shalehah?
this questions should remind you everyday



Behind the scene foto ktp ibu

tujuan : database kos
tokoh : saya dan dek nabila

"Dek, lagi sama ibu ga?"
"Fotoin ktp ibu dong trus dikirim"

Foto 1

"Tangan lu jangan kena"
"Wkwkwkk"
"Full"


"Ya Allah"
"Mau gue print soalnya"

"Rempong"
Foto 2
"Gitu"
"Taruh di meja"

"Buat apaan sih"
"Ribet amat"
"Buat bukti ke ibu kos"
"Mau diprint, lu taruh meja jgn dipegang foto full ktpnya aja"

"Gituu"
Foto 3
"Bentar agak dideketin bil"


"Ihhh ribet"
"Gue kasih contoh"

Foto 4
Foto 1

Foto 5
"Bentar ya gue coba liat dulu wkwkkw"

Akhirnya kisah foto ktp berakhir dengan baik wkwkkw
Pelajaran yang bisa diambil, berikan instruksi yang jelasπŸ˜‚


9/12

21.04 0 Comments
Tidak terasa sudah mendekati hari-hari akhir di bulan September
9/12 berarti kalo disederhanakan 3/4 kalo dijadikan persen 75% 😱
2018 ini sudah loading 75%

Dan apa kabar Nida'?
Apa pencapaian yang sudah didapat?

3/4 dari 2018 ini alhamdulillah koas sudah selesai, lulus UKMPPD,  GHTL, sumpah dokter, magang di diklat anes dan persiapan untuk internship :)

Berapapun pencapaian yang sudah didapat, adanya sesal di balik perjalanan, kebahagiaan yang diperoleh
Mari bersyukur :) alhamdulillah
Semoga segalanya membuat kita semakin dekat dengan-Nya


Follow Us @soratemplates